Kondisi jalan Cor antara Kupang-Jetis mengangga akibat tergerus hujan. (foto: yudi eko purnomo/BANGSAONLINE)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kondisi jalan raya Kupang-Jetis dan Jetis-Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang baru berumur lima bulan memprihatinkan. Tercatat sebanyak lima titik bahu jalan, longsor.
Diduga, longsornya bahu jalan senilai hampir Rp 18 miliar ini akibat lemahnya perencanaan peningkatan infrastruktur berbahan cor ini.
Pasalnya, pihak Dinas Bina Marga setempat tidak menyertakan penguatan jalan sebagai bagian yang harusnya terintegrasi dengan proyek APBD 2014 ini.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
- Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres dan Beri Bantuan 400 Drum Aspal ke Pemkab Mojokerto
Menurut Mat Darun, mantan Carik setempat, longsornya badan jalan ini sudah sejak tiga bulan lalu dan sampai saat ini belum diperbaiki. Kerusakan badan jalan hingga menggerus bagian bawah jalan beton di sisi timur jalan. "Sebelumnya ada badan jalan diambilkan dari tanah sungai ini. Tapi karena tersapu air akhirnya badan jalannya hilang," ujarnya.
Tingkat longsor sangat memgerikan. Pasalnya, longsor sampai mengerus bawah jalan yang terbuat dari beton. Kedalaman cerukan bervariasi bahkan mencapai 50 cm.
Praktis kondisi ini membahayakan truk dan pengguna jalan lain yang melintas. Jalur tersebut merupakan jalur padat dan jalur itu adalah jalan alternatif menuju Gresik dan Lamongan.
Jalur di Desa Kupang, Kecamatan Jetis yang longsor ada tiga titik. Kedua titik longsor itu berada di timur jalan yang membujur arah utara-selatan sepanjang kurang lebih 25 meter. Di sisi timur jalan, berbatasan langsung dengan sungai yang kondisinya cukup dalam.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




