Ribuan pengunjung memadati pameran bursa tenaga kerja di Gedung Anuraga Tuban. foto: suwandi/BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Minimnya lapangan kerja membuat angka pengangguran di Tuban masih tinggi. Hal itu langsung dilontarkan oleh kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (dinsosnakertrans) Tuban, Nurjanah ketika ditemui BANGSAONLINE.com dalam acara pembukaan pameran bursa tenaga kerja di gedung Anoraga Tuban, Rabu (20/5).
"Saat ini jumlah pengangguran masih cukup tinggi ada 3,63 persen dari jumlah angkatan kerja di Tuban yang jumlahnya sekitar 569.185," terangnya.
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
Dijelaskan Nurjanah, pengangguran terus meninggi karena jumlah angkatan kerja selalu bertambah. Sedangkan jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan pertambahan stok dan jumlah tenaga kerja yang ada.
Perempuan parubaya itu membeberkan, jumlah angkatan kerja yang mencapai 569.185 orang tersebut, baru 548.541 orang yang sudah bekerja. Kemudian, sisanya masih mencari pekerjaan atau bahkan tidak bekerja alias nganggur.
"Lulusan SMA pertahunnya terus bertambah, bahkan ribuan, sementara lapangan pekerjaannya tidak bertambah secara signifikan," terangnya.
Sementara itu, pantauan di lokasi pameran bursa kerja, ribuan pengunjung yang ingin melamar kerja memadati gedung Anoraga. Mereka nampak memilih dan mengambil brosur lowongan kerja yang ditawarkan oleh perusahaan peserta pemeran.
"Cari lowongan kerja, siapa tahu ada yang cocok," ungkap Doni (19) warga Kecamatan Merakurak, Tuban yang mencari lowongan kerja disalah satu stan pameran. (wan/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




