Pemerhati Pendidikan Minta SMAN 1 Taruna Madani Tak Hapus Siswa Reguler

Pemerhati Pendidikan Minta SMAN 1 Taruna Madani Tak Hapus Siswa Reguler Aksi protes alumni guru dan siswa SMAN 1 Bangil saat menolak pergantian menjadi SMAN 1 Taruna Madani.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Protes wali murid siswa reguler karena merasa dianaktirikan sejak berubah menjadi mengundang perhatian Maulana Sholehudin, pemerhati pendidikan di Pasuruan.

Apalagi, sejak dimulainya proses belajar mengajar Siswa , banyak siswa reguler yang mengajukan keringanan pembayaran infaq.

Bahkan, ada isu yang berkembang di masyarakat bahwa akan meniadakan siswa reguler lantaran banyak dari mereka yang mengajukan keringanan pembayaran infaq sebesar Rp150 ribu per bulan.

Menyikapi hal itu, Maulana Sholehudin yang juga Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan berharap tetap membuka kelas untuk siswa-siswi.

"Karena jika siswa-siswi reguler ditiadakan akan jadi bumerang bagi masyarakat Bangil. Apalagi alasannya tidak mampu bayar. Sedangkan, masyarakat Bangil jika ingin sekolah ke SMA negeri lain terbentur dengan aturan memakai sistem zonasi sesuai Permendikbud nomor 1 tahun 2021," cetusnya.

Menurutnya, alasan siswa tidak bayar infaq bulanan tidak boleh dijadikan untuk meniadakan siswa-siswi reguler.

"Seluruh bantuan sekolah harus mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 75 tahun 2020 dan Nomor 1 tahun 2021," tegas Maulana.

Simak berita selengkapnya ...