Sri Warmindah (63), korban perampokan oleh tiga orang yang menggunakan mobil di Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kasus perampokan tragis yang dialami seorang nenek penjual keripik sampai tangannya patah, hingga saat ini Polres Pamekasan belum menemukan titik terang.
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Eka Purnama mengatakan, kasus perampokan tersebut, masih dalam proses penyelidikan dan pengumpulan bukti-bukti untuk mendalami kasus itu.
BACA JUGA:
- HUT Persebaya ke-99 Diwarnai Tawuran, 1 Tewas dan Satu Luka Berat
- Artis Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polda Jatim Diduga Belum Bayar Beli Perangkat Audio
- Nekat Kabur, 2 Jambret di Genteng Surabaya Dihadiahi Timah Panas oleh Polisi
- Rekonstruksi Pembunuhan Satpam di Surabaya Ungkap Motif Pelaku Pakai Pinjol Atas Nama Korban
"Masih dalam upaya penyelidikan dan mencari saksi-saksi serta bukti petunjuk," katanya, Rabu (15/2/2023).
Ia juga menjelaskan, pihaknya tidak bisa menyebutkan bukti-bukti yang ada, karena hal tersebut merupakan teknis penyidikan dan penyelidikan, serta mencegah penghilangan barang bukti.
"Kita sudah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang nenek penjual keripik di Pamekasan menjadi korban perampokan oleh tiga pria yang mengendarai mobil di Jalan Jokotole, Pamekasan, Selasa (24/1/2023).
Nenek bernama Sri Warmindah (63), saat kejadian sempat dimasukkan kedalam mobil dan dilempar keluar, usai barang berharganya dirampas. (dim/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




