Peringati Hari TBC Sedunia, Gubernur Khofifah Dukung Program Eliminasi TBC 2030

Peringati Hari TBC Sedunia, Gubernur Khofifah Dukung Program Eliminasi TBC 2030 Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Mari satukan tekad dan perkuat inovasi dalam rangka mencapai eliminasi 2030," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono mengatakan, Dinkes Jatim juga telah melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan . Pertama, mengintensifkan penemuan terduga di masyarakat dengan skrining mandiri gejala melalui aplikasi E-TIBI di tautan https://dinkes.jatimprov.go.id/assesment-tbc/public/.

Sebagai informasi, merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis melalui udara atau semburan air liur. Penyakit tersebut kerap menyerang paru-paru dan dapat berujung kematian jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai yaitu batuk terus menerus (persisten), nyeri dada, sesak napas, demam, berkeringat di malam hari tanpa aktivitas, dan berat badan terus menurun.

"Jika masyarakat mengalami gejala tersebut, segera skrining mandiri melalui E-TIBI atau segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan setempat." himbau Dr. Erwin.

Upaya kedua, mengintensifkan kolaborasi lintas program diantaranya adalah -HIV, -DM (Diabetus Melitus), -KIA (Kesehatan Ibu & Anak), -PISPK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) serta melibatkan unsur pentahelix dalam penanganan di Jawa Timur.

Ketiga, mengoptimalkan penemuan kasus secara aktif (Investigasi Kontak, Skrining Masal di Sekolah, Lapas, Pondok Pesantren dan Tempat Kerja)

Keempat, membentuk Tim DPPM (Distric Public Private Mix) dan KOPI (Koalisi Organisasi Profesi) di Kab/Kota se Jawa Timur.

Kelima, melakukan ekspansi layanan Resisten Obat di 21 Rumah Sakit dan di tahun 2023 ditargekan menjadi 33 Rumah Sakit Layanan Resisten Obat.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Jawa Timur berhasil meraih beberapa capaian, antara lain penemuan terduga di Jawa Timur pada tahun 2022 telah melebihi target 100% yang ditentukan yaitu mencapai 117%. Sebelumnya di tahun 2021, penemuan terduga di Jawa Timur hanya mencapai 57%.

Selanjutnya, Penemuan kasus sebanyak 81.753 jiwa atau 76,02% dari target kasus yang diestimasikan yaitu 107.547 jiwa. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun 2021 yaitu 53.289 jiwa.

Berikutnya, _Treatment Coverage_ (Kasus ditemukan dan diobati) pada tahun 2022 telah mencapai 63,94% meningkat dibandingkan tahun 2021 yang hanya mencapai 45,08%.

Dengan jumlah temuan yang meningkat tersebut, maka angka keberhasilan pengobatan mencapai 89% dari target 90% pada tahun 2022. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO