Wali Kota Madiun ancam mutasi pegawai rumah sakit yang main ponsel saat bertugas. Foto: Ist
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Maidi selaku Wali Kota Madiun mengancam akan memutasi pegawai rumah sakit yang ketahuan bermain ponsel saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut dilakukan karena pegawai rumah sakit memiliki keistimewaan selain mendapat gaji pokok juga ditambah pendapatan dari jasa medis.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Tinjau Proses Ambil Pin dan Verifikasi Data Calon Murid di 2 Sekolah Madiun
- Gelar Senam Rutin dan Cek Kesehatan, Pemdes Sangen Madiun Jaga Kebugaran Warga Lansia
- JKN Bikin Tenang Jelang Persalinan, Ibu asal Madiun ini Tak Lagi Khawatir Soal Biaya Kesehatan
- TPA Kaliabu Hampir Penuh, CV Kahfi Corp Adakan Inovasi Terkait Larangan Buang Sampah Bagi Pengusaha
"Tolong Pak Direktur (RSUD Sogaten) jangan sampai kerja itu pada saat jam darurat bawa HP, dolanan HP. Sehingga konsentrasi kerja tidak ada karena membawa HP dan main HP," ujar Maidi.
Menurut Maidi, ulah pegawai rumah sakit yang bermain ponsel saat bertugas memberikan pelayanan ke publik adalah bagian dari korupsi jam kerja.
"Kalau tak sanggup maka saya bilang pegawai itu harus pindah dari rumah sakit atau Dinkes Kota Madiun. Itu sudah korupsi jam kerja namanya," ujar Maidi.
Maidi mengatakan pegawai rumah sakit merupakan aset pemerintah daerah yang harus diarahkan menuju pelayanan prima.
"Pelayanan prima itu waktu dia kerja tidak boleh main HP. Jangan sampai pas pelayanan hp-an, WA-an (main WhatsApp). Sehingga, dia saat itu konsep pelayanan prima," tutur Maidi.
Bagi pegawai yang ketahuan main HP saat jam pelayanan, Maidi mengatakan pengawai tersebut akan diberikan peringatan terlebih dahulu.
Namun, bila nekat mengulangi lagi, maka pegawai itu akan dimutasi ke dinas lain.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




