6 Keistimewaan Puasa Arafah Pada 9 Dzulhijjah. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dan memiliki banyak keutamaan.
Dilansir dari laman Kementerian Agama Sulawesi Selatan, waktu pelaksanaan puasa Arafah yakni ketika dilakukan ibadah wukuf oleh para jemaah haji di Arafah.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Adapun para ulama telah sepakat bahwa hukum puasa Arafah adalah sunnah. Namun, sangat dianjurkan untuk dilakukan karena terdapat berbagai keistimewaan di dalamnya.
Imam Ibnu Al-Muflih dalam Kitab Al-Furu' menjelaskan "Dianjurkan puasa sepuluh hari bulan Dzulhijjah, dan yang paling dianjurkan adalah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari Arafah, menurut kesepakatan (ijma') ulama."
Berikut 6 Keistimewaan Puasa Arafah:
1. Menghapus dosa setahun lalu dan yang akan datang
Dilansir dari Bimas Islam Kemenag RI, Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah. Beliau menjawab, "Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim no. 1162).
2. Bernilai 1000 hari berpuasa di luar Arafah
Puasa Arafah memiliki keistimewaan yang bernilai lebih dari 1000 hari berpuasa di luar hari Arafah. Hadist riwayat Imam Al-Baihaqi dari Sayyidah Aisyah berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda, "(Keutamaan) puasa hari Arafah seperti puasa 1000 hari (di luar hari Arafah).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




