kemah pramuka di SMPN 2 Kedungdung. Foto : Dok Inca/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kegiatan perkemahan pramuka di tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kedungdung diduga diwarnai dengan pungutan liar (Pungli) oleh pihak sekolah. Perkemahan yang berlangsung selama tiga hari tersebut jadi rasan-rasan sejumlah anak pelajar.
Data yang diperoleh oleh BANGSAONLINE.com, para siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka diharuskan membeli tongkat pramuka yang disiapkan oleh pihak sekolah sebagai denda. Denda itu dipatok rata sebesar Rp30 ribu.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Kemah pramuka di SMPN 2 Kedungdung terletak di Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mengusung tema "Menyongsong Generasi Emas Anak Bangsa Yang Intelektual Hebat dan Bermartabat".
Dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok denda itu muncul dari seorang anak pelajar yang bercerita pada wali kelasnya. Imbas dari denda itu sebagian anak didik di SMPN 2 tidak semangat untuk belajar.
"Ya benar, para siswa di SMPN 2 Kedungdung yang tidak mengikuti kegiatan kemah pramuka beberapa hari lalu dibebani denda oleh pihak sekolah sebesar Rp30 ribu," kata seorang guru yang menolak namanya disebut, Senin, (19/6/2023).
Dikatakan, sekolah di bawah naungan sekolah negeri tidak sepantasnya menarik biaya apapun pada anak didik, apalagi denda itu dasarnya karena tidak mengikuti kegiatan kemah pramuka.
"Sebetulnya tongkat itu memang diwajibkan bagi peserta kemah. Tapi kalau di SMPN 2 Kedungdung ini pihak sekolah sudah menyiapkan terlebih dahulu, jadi bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan diharuskan membayar denda pembelian tongkat pramuka itu," katanya.
Menurut dia, kegiatan kemah pramuka di SMPN 2 Kedungdung diikuti oleh anak didik dari kelas 7 hingga 9, para siswa mengeluh karena terbebani denda oleh pihak sekolah.
"Denda itu ada yang sudah bayar, ada juga yang masih belum membayar," tambahnya.






