Masyarakat saat menyaksikan petik laut di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan nelayan di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, menggelar petik laut, tradisi yang memberikan persembahan dengan melarungin sesaji dari hasil bumi, Rabu (19/7/2023).
Kepala Desa Pagagan, Moh Huri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah yang memberikan segalanya, masyarakat istighotsah dan doa bersama.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
"Ini adalah bentuk rasa syukur kepada allah yang telah memberikan kekayaan laut yang luar biasa untuk sumber kehidupan dan sumber rezeki bagi nelayan," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com.
Ia pun menyebut, tradisi ini sudah dilakukan turun menurun sejak nenek moyang sebagai bentuk rasa syukur yang diberikan Allah kepada para nelayan, sesaji yang dilarungkan dipercaya sebagai membawa keselamatan dan kemakmuran.
"Ini tradisi warisan leluhur. Tujuannya, sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang melimpah dan memohon keselamatan serta kemurahan rezeki," tuturnya.
Tradisi petik laut diakhiri dengan pawai kapal nelayan yang dihiasi dengan pernak-pernik cantik, agenda tersebut disaksikan ribuan masyarakat yang ingin juga mendoakan, dan juga melihat prosesi upacara. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




