Pantauan Citra Satelit Himawari yang diunggah BMKG
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Warga Jawa Timur termasuk Surabaya saat ini merasakan udara yang lebih dingin dari biasanya pada malam hari.
Ternyata hal ini lumrah terjadi pada pertengahan tahun di Indonesia. Khususnya pada peralihan musim penghujan ke musim kemarau.
BACA JUGA:
- Pengendara Motor di Surabaya Meninggal Dunia Usai Adu Banteng dengan Mobil Grand Max
- Prakiraan Cuaca Tuban Hari ini Kamis, 7 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 6.6 m/s.
- Cuaca Situbondo Hari ini Kamis, 7 Mei 2026: Diperkirakan Berawan dengan Suhu 22-32°C
- Cuaca Sampang Hari ini Kamis, 7 Mei 2026: Diperkirakan Cerah Berawan dengan Suhu 24-31°C
Fenomena ini disebut bediding. Merupakan serapan dari bahasa Jawa: 'bedhidhing' yang disebut untuk menggambarkan perubahan suhu malam hari pada awal kemarau.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi fenomena bediding yang melanda wilayah Jawa Timur.
Hal ini merupakan fenomena alamiah yang terjadi di bulan Juli hingga September.
"Dari pantauan Citra Satelit Cuaca Himawari, malam ini kondisi atmosfer Jatim secara umum kering. Kondisi ini mendukung terjadi fenomena bediding atau penurunan suhu yg signifikan antara malam-pagi hari,"tulis BMKG dikutip dari unggahan Instagramnya, Jumat (21/7/2023).
Masyarakat diimbau menggunakan selimut sebelum tidur dan tidak menggunakan kipas angin atau AC terlalu kencang/rendah untuk menghindari rasa dingin yang berlebih.






