Gubernur Khofifah saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah di Jombang.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan pasar murah di halaman Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Rabu (11/3/2026). Agenda tersebut menjadi titik ke-47 dari rangkaian pasar murah yang digelar Pemprov Jatim sepanjang tahun ini untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
“Ini adalah titik ke-47 di tahun 2026. Sifatnya komplementer, yakni melengkapi intervensi yang telah dilakukan oleh Bupati maupun Walikota di tiap kecamatan. Fokus kami adalah memperluas jangkauan logistik bagi masyarakat,” kata Khofifah.
BACA JUGA:
- Penyaluran 8.000 Ton Beras Dimulai, Bupati Jember Minta Warga Ikut Awasi Bantuan
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Lokasi pasar murah dipilih jauh dari pasar tradisional agar tidak mengganggu pedagang lokal. Selain itu, program bantuan pangan gratis tetap berjalan, dengan lansia menerima beras 5 kg dan ibu hamil serta balita mendapatkan telur untuk menunjang gizi.
“Program ini sudah kita jalankan sejak enam tahun lalu,” ucap Khofifah.

Ia memastikan, stok kebutuhan pokok di Jawa Timur aman hingga akhir 2026 dengan harga yang terkendali.
Sementara itu, Kepala Bulog, Muhammad Husin, menegaskan pihaknya bersinergi dengan Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan Jatim.
“Kami pastikan stok, terutama beras SPHP dan minyak goreng, dalam kondisi aman selama Ramadan hingga pasca lebaran nanti,” ujarnya.
Dalam pasar murah di Desa Sengon, Bulog menyuplai beras SPHP 8 ton, beras premium 350 kg, gula pasir 200 kg, serta minyak goreng Minyakita 300 liter. (aan/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






