Bacakades Tolbuk, Bangkalan, bersama kuasa hukumnya saat memberi keterangan kepada awak media.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Tolbuk, Kecamatan Klampis, Bangkalan, diduga tidak netral. Sebab, segala tahapan dilakukan secara tertutup dan merugikan salah satu pihak.
Hal tersebut diungkapkan Muzakki, salah satu bakal calon kepala desa melalui kuasa hukumnya, Moh. Syarifuddin. Ia menyebut, ketidaknetralan P2KD Tolbuk merugikan kliennya karena tidak mendapat informasi apapun mengenai tahapan.
BACA JUGA:
- Kemenhaj Bangkalan: Pelaksanaan Haji 2026 Sukses, Jemaah Pulang dengan Selamat
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
"Dari awal tahapannya secara sembunyi-sembunyi dan dilaksanakan detik-detik akhir, mereka mempertontonkan ketidak netralan dalam ber demokrasi," ujarnya, Senin (18/9/2023).
Sikap tidak netral P2KD Tolbuk tak berhenti di situ, penjegalan pada kliennya juga dilakukan. Meski sudah menyetorkan berkas yang lengkap dan tidak diragukan lagi keabsahannya, Muzakki dengan sengaja tidak diloloskan.
"Mereka sudah melakukan penelitian pada berkas, tapi meski tidak ada cacat klien kami dicoret tanpa alasan. Berbagai cara dilakukan untuk tidak meloloskan," kata Syarif.
Bahkan, upaya penjegalan juga dipertontonkan dengan saat waktu tanggapan. Pihaknya tidak diberi ruang, dalam menyampaikan sanggahan meski memang sudah jadwalnya.
"Untuk tanggapan saja kami tidak beri ruang, padahal memang sudah menjadi hak dari setiap calon. Beberapa kali kami upayakan, namun ketua P2KD selalu mangkir," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




