MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Warga berbondong-bondong mendatangi Toko Pangan Kita (TPK) untuk mendapatkan beras Bulog murah yang disubsidi oleh pemerintah dengan harga terjangkau. Mereka rela mengantre dengan tertib supaya dapat kebagian membeli beras Bulog murah.
"Hal ini dipicu akibat kenaikan harga beras sejak beberapa bulan yang lalu. Bulog menggandeng kami (disperindag) menyediakan Toko Pangan Kita (TPK) di beberapa titik-titik pasar di seluruh Kabupaten Mojokerto. TPK menjual beras Bulog premium 5 kilogram (kg) Rp65 ribu, medium 5 kg Rp54.500,00, harga tersebut di bawah harga beras pasar pada umumnya. Sementara harga beras di pasar bekisar Rp65 ribu 5 kg medium dan premium 5 kg Rp70 ribu. Untuk setiap warga mendapat jatah maksimal 10 kg beras. Saya juga mengimbau kepada pedagang TPK, supaya bisa mengatur, membatasi dan mengontrol saat menjual beras Bulog sebagai Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)," jelas Samsul Kepala UPT Pasar Disperindag.
Baca Juga: Pjs Bupati Trenggalek Tinjau Gudang Bulog
Edi Santoso salah satu pedagang beras bulog Toko Pangan Kita di Pasar Kedung Maling itu mengaku bahwa, pembeli yang didominasi emak-emak sangat antusias membeli beras dari Bulog. Beras Bulog terdiri dari kemasan 5 kg premium dan 5 kg medium dengan harga telah ditentukan oleh Bulog. Yaitu, premium 5 kg Rp65 ribu, medium 5 kg Rp54.500,
"Saya tetap membatasi maksimal 10 kg setiap pembeli beras Bulog di Toko TPK saya. Bila ada yang mau borong atau membeli dalam jumlah lebih dari 10 kg, saya tolak dengan halus. Rata rata toko saya mengeluarkan beras Bulog bekisar 30 sak @5 kg. Meskipun, stoknya masih banyak, saya tetap menjaga ritme keluarnya beras Bulog. Hal ini juga agar tidak ada kekosongan. Kalau tidak saya batasi, bisa bisa 100 kg pun ludes dalam sehari," terangnya.
Sementara itu, Ida salah satu emak-emak yang membeli beras Bulog di Toko TPK merasa senang dengan adanya program beras murah dari Bulog.
Baca Juga: Polres Mojokerto Kota Bongkar TPPU Narkoba Miliaran Rupiah
"Mudah mudahan, program beras murah Bulog dapat berjalan terus," katanya, Rabu pagi (27/9/2023). (ris/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News