Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat mencicipi mangga podang. Foto: Ist.
"Pesannya buat petani mangga podang, jangan dibooster supaya cepat matang. Nanti cepat busuk seperti pengalaman tahun kemarin," pesan Dhito kepada para petani mangga podang yang ditemui.
Dalam kunjungannya ke pasar buah itu, Dhito juga memborong mangga podang dari Damis, petani yang diajak berdialog. Setidaknya terdapat dua kuintal mangga podang yang dibeli Dhito dan diminta dibagikan kepada warga.
Petani asal Dusun Gunung Butak, Bulusari, Tarokan, itu mengaku dari luasan lahan perkebunan mangga podang yang dimiliki, setiap dua hari dirinya selalu menjual hasil panenan sekitar 4 kuintal.
"Buahnya saya jaga supaya masak alami dari pohon, saya tidak pernah booster," akuinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menerangkan, musim buah mulai pada September di mana setiap hari rata-rata bisa mencapai dua ton mangga podang dari petani masuk ke pasar buah.
"Nanti di bulan November bisa sampai lima ton, peak season (puncak berbuah) nanti di bulan November dan Desember," terangnya.
Pemasaran buah mangga podang itu tidak hanya lokal Kediri, melainkan juga dikirim sampai ke Kalimantan, Bali, Surabaya, dan beberapa daerah lain di sekitar Kediri. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




