Endang saat hendak menghidangkan sate dan krengsengan bekicot kepada pelanggannya. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bagi sebagian orang, hewan yang satu ini mungkin dianggap menjijikkan karena lendirnya. Tapi bagi sebagian orang lainnya, khususnya bagi punya penyakit asma atau gatal-gatal, hewan yang satu ini patut dipertimbangkan untuk dikonsumsi.
Lebih-lebih bila sudah diolah menjadi sate, krengsengan, bahkan dijadikan kripik. Rasanya begitu menggoda. Sebagian orang mengatakan sangat lezat.
BACA JUGA:
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
- Operasi 'Jumat Gaul' di Kabupaten Kediri, Empat Pelanggar Lalin dan Kerumunan Pemuda Ditertibkan
Hewan yang dimaksud adalah bekicot alias siput. Soal menu yang bahannya dari bekicot, Kediri adalah gudangnya.
Selain rasanya yang lezat, daging dari hewan yang jalannya sangat lambat ini konon memiliki khasiat yang luar biasa untuk mengobati penyakit asma dan gatal-gatal. Daging bekicot juga dipercaya bisa menambah stamina.
Pusat kuliner bekicot di Kabupaten Kediri yang terkenal adalah di sepanjang Jalan Raya Blitar - Pare, tepatnya di Dusun Jengkol, Desa Ploso Kidul, Kecamatan Plosoklaten.
Dusun Jengkol terletak di sebelah timur Monumen SLG. Kurang lebih 15 km atau arah selatan dari Kota Pare. Di sepanjang jalan sisi barat, ada sejumlah warung makan yang menyediakan menu spesial bekicot. Salah satunya adalah warung sate 02 (istilah lain dari bekicot) milik Endang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




