Ilustrasi Sket Wajah korban/mayat tanpa identitas.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polrestabes Surabaya memanfaatkan ilmu forensik dalam melakukan pengungkapan kasus pembunuhan atau bunuh diri yang tidak teridentifikasi.
Pengungkapan identitas korban, menggunakan metode Antropologi Forensik, dengan tujuan bisa diketahui sketsa wajah dari para korban tanpa identitas yang mengalami kerusakan hingga 80%.
BACA JUGA:
- Pasca-Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr. Soetomo, Polisi Gelar Olah TKP, Pasien IGD Masih Trauma
- Terungkap! Diduga Gelapkan Uang Pinjol Jadi Motif Penusukan Satpam di Graha DST Surabaya
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Scamming dan Penyekapan Internasional, 44 WNA Ditangkap
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan, pihaknya telah melakukan uji coba terhadap salah satu korban tanpa identitas yang sudah tidak bisa dikenali wajah dan sidik jarinya.
“Dari hasil Antropologi Forensik nantinya akan bisa di gambar sketsa wajah korban dan di mungkinkah ada yang mengenalnya,” jelasnya, Jumat (22/12/2023).
Metode ini, akan diuji kepada seorang mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Bibis Karah, Jambangan, Kamis (23/11/2023) lalu.
Mayat tersebut, mengenakan baju berwarna merah dengan celana kain warna abu-abu, serta berjenis kelamin laki-laki.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




