Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid).
Allan menulis bahwa dalam perbincangan tersebut Prabowo tak henti-hentinya mengecam Gus Dur dan demokrasi. Menurut Allan, Prabowo menganggap Indonesia belum siap menjalankan demokrasi. Prabowo, kata Allan, justru berkiblat pada "rezim otoriter yang jinak".
Lalu bagaimana dengan paslon 03? Yenny mengatakan untuk paslon 03 tidak ada masalah dengan Gus Dur.
“Bahkan paslonnya sendiri sangat dekat dengan Gus Dur,” kata Yenny. Yang dimaksud Yenny adalah Mahfud MD.
Lalu bagaimana dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang diduga pernah terlibat melengserkan Gus Dur dari kursi Presiden?
“Dalam pemilu ini saya memilih paslon, bukan pendukung, bukan (partai) pengusungnya,” tegas Yenny.
“Walau di situ ada Bu Mega, yang saya pilih Ganjar-Mahfud. Gitu lho. Dari semua paslon itu yang tidak ada story, tidak ada cedera dengan Gus Dur, adalah Ganjar-Mahfud. Masalah pendukungnya ya beragamlah,” katanya.
Yenny mengaku mendapat pesan spiritual dari Gus Dur agar ikhlas, termasuk kepada Mega. Yenny juga melihat di tengah tren politik, orang tua mendorong anaknya agar maju menduduki posisi politik, justru Megawati ikhlas anaknya, Puan Maharani, tidak maju sebagai calon presiden atau wakil presiden. Padahal PDIP bisa mencalonkan Puan tanpa koalisi.
Selain itu, kata Yenny, hubungan Gus Dur dan Mega sudah baik lagi. “Sambang-sambangan, (saling) berkunjung,” katanya. Sudah seperti saudara lagi, kayak adik-kakak.
“Ya kadang ada up and downnya, ada berantemnya juga besar, lalu baikan lagi,” tambahnya.
Yenny mengakui bahwa masih ada trauma pollitik di kalangan pendukung Gus Dur. “Trauma politik tetap masih ada. Di kalangan pendukung Gus Dur. Tak usah disangkal, tak bisa diingkari,” tambahnya.
Tapi, kata Yenny, karena Megawati ikhlas tidak mencalokan anaknya, Puan, sebagai calon presiden, maka Yenny juga mengaku ikhlas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




