Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin membentuk Gerakan Penegakan Kedaulatan Rakyat (GPKR) yang akan menyuarakan penolakan terhadap kecurangan pemilu dan pilpres, Senin (4/3/2024). Foto: Kompas.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin membentuk Gerakan Penegakan Kedaulatan Rakyat (GPKR) yang akan menolak kecurangan pemilu dan pilpres.
Dirinya mengatakan, gerakan itu terdiri dari 9 anggota presidium diantaranya mantan Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Oegroseno dan mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi.
BACA JUGA:
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- NU Awali Puasa Ramadan Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026, Apa Dasarnya
- Wakil Bupati Gresik Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Bawean
- Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina
“Sebagai bentuk ekspresi penolakan kita terhadap Pemilu dan Pilpres curang secara terstruktur sistematis dan masif,” kata Din saat ditemui di Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2024).
Selain itu, anggota presidium tersebut diantaranya mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Didin Ramanturi, perwakilan perempuan muslim, dan lainnya.
Din mengungkapkan, pihaknya bakal menggelar deklarasi di Gedung Balai Sarbini, Jakarta, besok Selasa (5/3/2024).
Menurutnya, kedaulatan masyarakat saat ini runtuh dan jatuh ke titik nadir, karena hak-hak politik mereka dirampas oleh rezim pemerintahan saat ini.
“Bukan hanya jelang dan kalah pemilu dan Pilpres, tapi sudah sebelumnya,” tutur Din.
Ia juga mengungkapkan, sejak dua tahun lalu dirinya telah mengkertik kepemimpinan Presiden Jokowi yang menunjukkan gaya constitutional dictatorship atau kediktatoran konstitusional, salah satunya, dengan merekayasa hukum.
“Jadi kalau tidak dihentikan, ya, maka ini akan berlarut dan saya membayangkan ada sustainable crime, kejahatan yang berkelanjutan,” ujarnya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




