Juhari, Anggota DPRD Sumenep dari Partai PPP.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pembangunan tugu keris di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terus menuai kontroversi dan protes masyarakat.
Anggota DPRD Sumenep pun ikut mengawal proyek tersebut. Wakil rakyat meminta masyarakat untuk ikut serta mengawasi pelaksanaan pembangunan tugu keris.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
Diketahui, anggaran pembangunan tugu keris bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Sumenep sebesar Rp2,1 miliar.
Dalam penyalurannya, terdapat tiga perusahaan KKKS yang terlibat, yaitu Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Medco Energy, dan Kangean Energy Indonesia (KEI).
Anggota DPRD Sumenep, Juhari, menegaskan pihaknya memberi atensi terhadap proyek tersebut. Juhari juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut serta mengawasi penggunaan dana CSR tersebut
"Sebab, dana CSR bukan hanya alat kepentingan, tetapi harus benar-benar dimanfaatkan sebagaimana mestinya dengan pengawasan yang ketat, diperlukan untuk memastikan implementasi proyek sesuai dengan fakta lapangan," ujarnya.






