Dokter IGD dan Humas RSUD Sampang saat menyampaikan peristiwa kematian seorang tahanan. Foto: MUTAMMIM/ BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kematian tersangka pencabulan yang diklaim menderita tumor otak menyimpan tanda tanya. Sebab, pihak RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang diduga merahasiakan hasil pemeriksaan pasien saat menjalani perawatan.
Penjaga instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sampang juga tidak mengetahui penyebab kematian salah satu tahanan. Petugas hanya membenarkan bahwa pasien saat tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi tidak sadar.
BACA JUGA:
- Kejari Sampang Musnahkan BB Inkracht 1 Juta Batang Rokok Ilegal dan Ratusan Gram Sabu
- Empat Pelaku Curanmor di Sampang Dibekuk, Beraksi saat Korban Tertidur
- Viral Pria Diduga Pelaku Hipnotis Dihakimi Warga, Polres Sampang Turun Tangan
- Curi Motor hingga 12 TKP, Maling di Sampang Dibekuk Bersama Dua Penadah
"Di IGD pasien sudah dalam tidak sadarkan diri. Setelah itu, kami periksa mulai dari tekanan darah dan diberi obat saat masih diobservasi," kata Muafiah, dokter umum yang bertugas di IGD RSUD Sampang, kepada wartawan, Senin (3/6/2024).
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab kematian pasien. Menurut dia, pasien menjalani observasi hanya sekitar 2 jam, setelah itu menjalani perawatan di ruang sakura.
"Saya tidak tahu kepastiannya kenapa pasien itu meninggal, hanya mendapatkan informasi saja. Setelah observasi saya konsultasikan kepada dokter spesialis, lalu diarahkan untuk dipindah ke ruang sakura," paparnya.
Disinggung terkait hasil CT scan tumor otak yang dialami pasien, Muafiah tidak bisa menjelaskan karena bukan ranah dokter umum.
"Soal itu silakan ditanyakan kepada dokter spesialisnya atau ke ruang sakura saja, saya hanya dokter umum penjaga IGD," ucapnya.






