Warga juga mensinyalir kegiatan yang dilakukan oleh YMU tak beres karena hanya mengasuh 15 santri tetapi laporan yang diberikan pada donatur, YMU mengasuh sekitar 70 anak atau santri. Ironisnya, warga juga menuding 15 anak tersebut tidak ada yang disekolahkan melalui pendidikan formal sama sekali. Bahkan, warga semakin emosi setelah mengetahui Pendiri YMU, H M Qodar S.Ag menikah lagi dengan istri keduanya.
"Tidak ada warga yang mengetahui kalau pendiri YMU menikah lagi dengan istri kedua. Juga tidak dilaporkan ke kami. Makanya, warga semakin emosi," imbuhnya.
Aksi warga ini akhirnya mendapat respon dari YMU dengan melakukan dialog secara kekeluargaan. Puncaknya, ditandatanganinya perjanjian dengan warga setempat dengan pimpinan YMU HM Qodar S.Ag. Kesepakatan yang tercapai yakni YMU bersedia tidak menggunakan pengeras suara atau toa yang dipasang ada di atas menara musala dengan suara sangat keras.
Berdasarkan klarifikasi yang dilakukan Qodar terhadap Bangsaonline.com. ia membantah kalau yayasannya menggunakan pengeras suara seharian terus menerus.










