Para Wali Murid SMA Kristen Gloria 2 saat mendatangi Polrestabes Surabaya bersama kuasa hukumnya
"Karena peristiwa anak itu merembet ke lingkungan sekolah, dan itu membuat ketakutan daripada sekolah. Orangtua juga tidak nyaman, anak-anak juga takut ke sekolah. Ada keresahan lah," kata dia.
Sebab, aksi Ivan yang diketahui pemilik klub malam di jalan Kombespol M Duryat Surabaya dilakukan saat jam pulang sekolah dan disaksikan para siswa lain dan wali murid yang sedang menjemput.
Ditambah, diduga Ivan mengajak sekelompok bodyguard bayaran untuk mengintimidasi dan melakukan kekerasan kepada salah satu siswa.
"Peristiwa itu kan menyebar ya (informasi dan videonya), ada sejumlah orangtua yang telepon Kepala Sekolah dan menanyakan anaknya aman atau tidak," ungkapnya.
Oleh sebab itu, pihaknya beranggapan bila kejadian ini perlu disikapi dengan tegas. Sehingga, ia memilih berkoordinasi dengan polisi lebih dulu untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Kita sikapi supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali di tempat kami ataupun di sekolah lain. Kita ingin anak-anak kita itu bisa sekolah dengan baik, karena mereka adalah generasi penerus bangsa dan negara," pungkasnya. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




