Saluran Pengaduan Ala Gibran, Manuver Politik yang Bumerang

Saluran Pengaduan Ala Gibran, Manuver Politik yang Bumerang Foto: instagram Gibran

Sejarah kelam Gibran dalam proses Pilpres tampaknya akan terus menjadi batu sandungan bagi mantan walikota Solo itu. Gubran bukan saja dianggap cacat moral tapi telah divonis sebagai anak haram kontitusi – meminjam istilah Majalah Tempo – dalam Pilpres.

Gibran – dengan demikian - sulit untuk keluar dari stigma negatif, karena publik secara terbuka telah memvonis dia melanggar – atau merekayasa - konstitusi saat pencalonan sebagai wakil presiden.

Karena itu Gibran harus tahu diri atau sadar diri. Tak perlu melakukan manuver politik dan pencitraan. Cara paling aman, Gibran harus lebih banyak diam. Karena secara moral politik Gibran sudah porak poranda. Sehingga setiap melakukan manuver politik akan mengundang cercaan dan kehebohan.

Problem lain soal kapasitas. Rata-rata publik meragukan kapasitas dan kwalitas Gibran. Sehingga apapun yang ditawarkan Gibran rakyat tak percaya, karena kemampuannya memang sangat meragukan.

Karena itu, sekali lagi, sebaiknya Gibran diam, tidak melakukan menuver politik yang mengundang perhatian publik. Sebab semua manuver politik akan menjadi . Memukul diri sendiri. Wallahu a'lam bisshawab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO