Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: CNBC/Suara.com
JAKARTA, BANGSAONNLINE.com – Mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Pur) Soenarko membongkar sepak terjang Jenderal TNI (Kehormatan) Luhut Binsar Pandjaitan yang kini Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Soenarko kesal karena Luhut Binsar Pandjaitan dianggap bermulut besar dan selalu mengancam warga Indonesia yang mengiritiknya. Bahkan Luhut menyebut para seniornya di TNI kampungan gara para jenderal itu – termasuk Soenarko - mendesak agar Gibran Rakabuming Raka dilengserkan.
BACA JUGA:
- Kiai Asep Berharap Indonesia Keluar dari BoP, Ketua PWNU Jabar: Kiai Asep Dibutuhkan NU
- Prabowo Undang Sejumlah Tokoh ke Istana, Bahas Isu Geopolitik
- Kesepakatan Prabowo-Trump: Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal, Ini Respons LPPOM dan MUI
- Tinggal PSI, Ketum Parpol Rame-Rame Tinggalkan Gibran pada Pilpres 2029
“Dia (Luhut) ngomong kita kampungan, karena itu saya katakan, Luhut ini manusia pembohong, penjilat yang sangat rakus atau serakah,” tegas Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko dikutip dari akun Youtube Refly Harun bertema “Blak-blakan Bange! X-Danjen Kopassus Soenarko : Luhut Pembohong & Penjilat! Ada Masalah Apa?, Selasa, 13 Mei 2025.
Soenarko juga mengungkap bahwa Luhut pernah melontarkan sindiran terhadap Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
“Dulu waktu 2019 Luhut menyindir Prabowo, dia bilang tentara dipecat masa mau jadi presiden. Ya nggak lah,” kata Soenarko.
“Itu sebetulnya masalah yang bisa kita baca, siapa itu Luhut,” kata Soenarko kemudian.
Yang juga menarik, Soenarko juga menyinggung isu saat pandemi Covid-19. Saat itu Luhut mendapat kritik keras dari pengamat dan masyarakat karena perusahaannya diduga berbisnis alat kesehatan.

Mayjen TNI (Purn) Soenarko. Foto: Dok. Tempo
Menurut dia, semula Luhut membantah dengan berbagai alasan.
“Dia bantah dengan segala macam kata-kata yang luar biasa. Saya tentara lah segala macam. Kemudian dibuktikan oleh para pengkritik itu. Habis itu dia keluarkan pernyataan bahwa itu hanya mencari dana untuk kegiatan sosial,” kata Soenarko.
“Dikejar lagi bahwa bukan untuk kegiatan sosial saja itu yang begitu besar. Kemudian dia diam, (dan) ketahuan bohongnya kan,” beber Soenarko.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




