Direktur PT UKI Abdul Halim (tengah) bersama keluarga dan karyawannya. Foto: ist.
Kalau travel lain, Halim menuturkan bahwa tiketnya berbasis blocking seat, alias mem-block sebagian kursi pesawat untuk djual ke para jemaah. Minusnya, tiketnya mahal dan diberikan saat berada di bandara sehingga bikin was-was jadi berangkat atau tidak, karena tiketnya belum ada di tangan.
"Pdf itu jaminan tiketnya. Insyaallah sudah 90 persen berangkat, tinggal 10 persennya yakni visa yang akan kita bantu kepengurusannya," tuturnya.
Meski sudah berbentuk PT yang harus mengikuti aturan masin dari Kementerian Agama, bukan berarti dirinya menghilangkan 'DNA' dari UKI sendiri yaitu murah tapi fasilitasnya bukan murahan.
Tetap, pihaknya akan memenuhi standar harga dari Kementerian Agama tapi untuk servisnya akan ditambahi lagi.
"Misalnya, kalau dari harga Rp 17,9 atau Rp 20-an juta itu lokasinya hotel harus pakai shuttle bus, dengan adanya standar dari kementerian agama ini kita bisa menambah nilai hotelnya lebih dekat dari Masjidil Haram," sebutnya mencontohkan.
Yang tidak kalah pentingnya menurut Halim adalah pentingnya para jemaah itu tahu soal pertravelan itu bagaimana. Artinya, tidak mudah percaya dengan travel yang memberikan angin surga. Contohnya seperti tiketnya murah, pasti berangkat, paspor diberikan free, dan lain sebagainya.

(Direktur PT UKI Abdul Halim menyerahkan potongan tumpeng kepada alim ulama setempat)
"Yang ikut UKI itu jamaah-jamaahnya teredukasi. Di UKI, kami coba untuk menekankan hal itu kepada para jamaah bagaimana proses awal hingga keberangkatannya. Itulah pentingnya jamaah teredukasi sebelum berangkat umroh. Tapi bagi yang tidak tahu-menahu dengan prosesnya, ini repot," sindirnya.
Berdiri sejak satu setengah tahun yang lalu, tepatnya April 2023, total hampir 1.000 jemaah sudah diberangkatkan oleh PT UKI hingga saat ini. Baru-baru ini, tepatnya pada 2-13 November 2024, sebanyak 41 jemaah telah diberangkatkan oleh UKI pada kloter ke-11. Sedangkan pada Januari 2025 sebanyak 44 jemaah, meyusul Februari 2025 sebanyak 27 jemaah.
"Alhamdulillah, UKI semakin membesar dengan adanya banyaknya kloter-kloter penerbangan yang di mana semua antusias, dan kita sebagai pelayan juga amanah dalam hal servis ke para jamaah," ungkasnya. (ari/adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




