Salah satu saksi gendam di Surabaya ketika menunjukkan lokasi.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Seorang mahasiswa ITS, NA (20), warga Karawang, Jawa Barat, menjadi korban aksi tipu gelap atau gendam. Peristiwa terjadi pada Sabtu (18/4/2026) malam di 2 lokasi, yakni depan Kantor PMI, Jalan Karang Menjangan No.22, dan depan Unair Kamus A, Jalan Ir. Dr. Mustopo, sekira pukul 19.00 WIB.
Korban melaporkan kejadian ke Polrestabes Surabaya dengan nomor LP/B/825/IV/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim pada pukul 21.30 WIB. Awalnya, NA menyatakan menjemput temannya di sekitar Bandara Juanda, lalu menuju kampus ITS untuk beribadah di Masjid.
Setelah itu, keduanya melanjutkan perjalanan ke Kampus B Unair. Di tengah perjalanan, mereka dicegat 4 orang yang menuduh keduanya terlibat perkelahian hingga menyebabkan adik salah satu pelaku dirawat di RSUD Dr. Soetomo.
“Di tengah perjalanan ada satu motor dua orang mencegat kita. Logat bicaranya hampir seperti Jawa tapi mirip logat Madura,” kata NA, Senin (20/4/2026).
Pelaku kemudian memisahkan kedua korban. NA dibawa ke depan kantor PMI, sementara motornya diminta ditinggalkan bersama ponsel dan fotokopi STNK.
Warga sekitar sempat melihat kejadian itu, namun mengira sebagai urusan antara debitur dan debt collector. Korban mengaku sempat ditampar dan dipukuli saat menolak menyerahkan kunci motor.
“Saya terus ditampar. Kemudian mau lari saya dipukuli hingga jatuh. Namun kunci motor tetap saya pegang,” keluhnya.
Setelah pelaku kabur, NA meminta bantuan satpam sekitar. Motor jenis Honda Vario miliknya, fotokopi STNK, dan ponsel telah raib.
Atas kejadian tersebut, korban melaporkan dugaan pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan ke Polrestabes Surabaya. Polisi kini melakukan penyelidikan lebih lanjut. (rus/mar)





