Khofifah dalam acara Kajian Tafsir Al-Jailani di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya
TASIKMALAYA,BANGSAONLINE.com - Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersama PW Muslimat NU Jawa Barat menggelar Kajian Tafsir Al-Jailani dengan mendatangkan Syaikh Assayyid Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jailani di Pondok Pesantren Cipasung di Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (2/1/2025).
Kegiatan yang digelar dalam rangka Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammadiyah SAW dan jelang Harlah Muslimat NU ke 79 ini dihadiri oleh 5.000 jamaah Muslimat NU di kawasan Jawa Barat. Kegiatan ini sarat dengan penyebaran keilmuan yang diambil langsung dari Tafsir Al-Jailani.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa ngaji Tafsir Al Jailani langsung dari cicit Syekh Abdul Qadir Jailani merupakan kesempatan langka dan istimewa. Bahkan untuk bisa mendapatkan kesempatan agar Syekh Fadhil berkenan mengisi kajian tafsir di Indonesia harus dilakukan dalam proses yang panjang.
Khofifah sempat datang langsung ke Istambul untuk menyampaikan permohonan kesediaan agar Syekh Fadhil mengisi kajian di Masjid Nasional Al Akbar, namun belum berhasil.
Baru kali kedua saat ibadah haji di tanah suci, undangan tersebut kembali disampaikan, akhirnya Syekh Fadhil menyatakan kesediaannya untuk mengisi kajian Tafsir Al Jailani.

“Beliau ini adalah ulama besar dunia, cicit langsung dari Syekh Abdul Qadir Jailani yang memiliki garis keturunan langsung dari cucu Rasulullah Sayyidina Hasan ra dan Sayyidina Husen ra ,” tegas Khofifah.
“Mudah-mudahan rawuhnya beliau di Pesantren Cipasung ini menguatkan semua kadar keilmuan kita, kadar keikhlasan kita, kadar perjuangan kita dan kadar layanan sosial kita terutama melalui Muslimat NU,” imbuhnya.
Lebih lanjut Khofifah menyampaikan bahwa Syekh Abdul Qadir Jailani adalah sosok Sulthonul Auliya atau rajanya para wali. Beliau juga adalah seorang ulama dan pelopor sufi yang dikenal di dunia.
Syekh Abdul Qadil Jailani juga memiliki banyak keteladanan. Salah satunya beliau juga memiliki keteladanan memberikan makanan untuk fuqoro dua kali sehari. Amalan itu masih terus dilestarikan sampai saat ini selama lebih 800 tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




