Khofifah Indar Parawansa, calon Gubernur Jawa Timur terpilih saat meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SDN Paterman 1 Modung Kabupaten Bangkalan, Selasa (7/1/2025). Foto: dok. pribadi
Karena kita bisa lihat sendiri sekolah ini relatif di desa untuk Bangkalan, tapi saya menyaksikan sendiri dapur sehatnya dipandu oleh 3 konsultan termasuk ahli gizi, insyaallah makanan yang disajikan semua sehat dan bergizi,” tegas Khofifah. Menurut dia, pogram ini menjadi starting point untuk peningkatan kualitas generasi bangsa kedepan.
Terutama peningkatan standar IQ atau kecerdasan para siswa. Termasuk di pesantren yang banyak menguatkan kecerdasan spiritual atau SQ, dengan adanya program MBG maka akan memberseiringi kecerdasan spiritual generasi bangsa.
“Dan tadi saya sampaikan saat sambutan, saya berkesempatan diskusi dengan Bapak Prabowo sebelum di lantik sebagai Presiden. Bahwa ada dapur umum di Baghdad yang memberikan makan bergizi pada masyarakat tak mampu dan sudah berjalan 900 tahun,” terang Khofifah.
Program itu dilakukan 2 kali sehari setiap pagi pukul 10.00 dan pukul 17.00 sore. Dapur ini membagikan makanan porsi keluarga untuk masyarakat dhuafa dan fuqoro. Itu adalah dapur umum inisiasi Syekh Abdul Qadir Jailani r.a.
“Ternyata ini menjadi salah satu refrensi dari Bapak Presiden Prabowo. Beliau sudah meninjau langsung ke dapur umum di Bagdad tersebut. Itu artinya ada referensi religiusitas selain referensi higenitas dan refrensi kesehatan bagi anak-anak bangsa. Beliau juga memiliki referensi keteladanan dari sosok Syekh Abdul Qadir Jailani, R.A,” tutur Khofifah.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Pondok Pesantren Al Anwar Desa Patereman Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan KH Muchlis Muhsin menegaskan peluncuran program MBG disambut antusias oleh masyarakat Bangkalan.
Ia menegaskan program MBG sangat bermanfaat untuk para siswa dan juga santri. “Dari segi kemanfaatan, para siswa di Bangkalan sangat senang dan antusias dengan program ini. Terlebih karena kami ada di desa, mereka senang karena makanan yang diterima sangat lengkap. Dalam sekali makan mereka mendapatkan nasi, lauk, sayuran, hingga susu dan buah,” tegasnya. “Terlebih juga para santri. Ini sangat mewah.
Jika biasanya makanan di pondok pesantren seadanya, ini bagi mereka sangat mewah, menggembirakan dan tentunya menambah semangat belajar,” imbuh Kiai Muchlis. Ahli gizi SPPG Ponpes Al Anwar Bangkalan Dhimas Adinugroho juga menyatakan, penyediaan makanan untuk program MBG disesuaikan dengan kebutuhan gizi harian anak per usia.
Yang dibagi antara pendidikan dasar dan menengah. “Rata-rata untuk pendidikan dasar per porsi mendapatkan porsi makanan sebesar 400 kcal. Sedangkan untuk jenjang menengan sebesar 680 kcal. Jadi makan siang ini sekitar 25 persen kebutuhan kalori harian,” kata Dhimas. (dev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




