Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat sidak ke kandang ternak Haji Tarjo
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Pasar Hewan Tikung dan Babat guna menyelamatkan sapi yang sehat dan memutus penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Selain itu, Pemkab Lamongan juga melakukan penyemprotan disinfektan dan vaksinasi mandiri terhadap hewan ternak.
BACA JUGA:
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Kado Hari Jadi ke-457 Lamongan, RSUD Ngimbang Resmikan 3 Unit Layanan Baru
- Video Viral Diduga Pocong di Gang Kampung Gegerkan Warga Lamongan
- Truk Muat Combine Terbakar di Raya Lamongan-Babat, Kerugian Ditaksir Rp 40 Juta
"Pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan upaya untuk menekan penyebaran kasus PMK, yang akhir-akhir ini kembali muncul di Jawa Timur. Pagi ini kami melakukan biosecurity di Pasar Hewan Tikung dan vaksinasi mandiri untuk menyelematkan hewan yang masih sehat," kata Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau vaksinasi mandiri dan biosecurity di Pasar Hewan Tikung dan kandang ternak milik Haji Tarjo, Jumat (10/1/2025).
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan pelaksanaan biosecurity di tempat berkumpulnya ternak (pasar hewan) dan vaksin mandiri merupakan langkah awal yang efektif untuk menekan penyebaran kasus PMK.
Sedangkan pelaksanaan vaksinasi mandiri bertujuan untuk melakukan penyelamatan hewan yang masih sehat.
Hingga saat ini sudah dilakukan vaksinasi mandiri sejumlah 425 dosis. Vaksinasi itu menyasar tujuh kecamatan, meliputi Mantup, Tikung, Sarirejo, Karangbinangun, Brondong, Paciran, Solokuro.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




