Petugas saat memasang garis polisi di TKP.
"Korban, suaminya itu keluar dari dalam rumah nyusul istrinya ke teras rumah saya, sudah berdarah banyak di leher itu, sampai kelihatan dalamnya. Bajunya sudah banyak darah. Saya semakin ketakutan, dia berjalan sambil menahan rasa sakit sepertinya," paparnya.
"Tapi tidak ngomong apa-apa, seperti menunjukkan bahasa isyarat minta tolong. Istrinya juga teriak-teriak minta tolong. Tapi saya sudah shock ketakutan, bagian leher dalam itu sudah terlihat, jalannya sudah sempoyongan," imbuhnya.
Melihat kejadian itu, saksi ketakutan dan berupaya keluar dari rumahnya untuk meminta pertolongan tetangga yang lain. Dari situ, korban mencoba untuk mengikutinya ke arah jalan hingga akhirnya terjatuh di tengah jalan.
"Saya berupaya keluar rumah, diikuti ke jalan. Akhirnya korban itu terjatuh, seperti tidak kuat. Saya minta tolong ke warga, ada orang diduga bunuh diri. Kemudian warga dan bapak tukang yang ada di sekitar langsung menuju kesini semua," ungkapnya.
Namun, tak sampai di situ, korban yang berusaha untuk menahan rasa sakitnya masih menyempatkan diri untuk berdiri mencari istrinya di teras rumah tetangga. Kemudian, hingga akhirnya korban terjatuh tak sadarkan diri.
Di rumah korban telah ditemukan senjata tajam (sajam) jenis celurit. Sementara itu, polisi masih menyelidiki terkait kasus tersebut.
Korban meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Mengenai peristiwa tersebut, apakah dugaan bunuh diri atau dugaan pembunuhan, petugas masih belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
"Masih kami selidiki lebih lanjut," kata polisi. (cat/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




