Tim dokter hewan melakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan, Desa Aeng Sareh, kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang (dok. RRI)
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Sebanyak 785 ekor sapi di Kabupaten Sampang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
304 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan lainnya masih dalam perawatan. Jumlah itu tercatat dari November 2024 hingga 13 Januari 2025.
BACA JUGA:
- Pasokan Pangan di Sampang Aman, Diskopindag Sebut Distribusi Lancar Meski BBM Non-Subsidi Naik
- Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Inpres di Sampang, Tekan Biaya Logistik Nasional
- 48 Kepala Sekolah di Sampang Dilantik, Bupati Tekankan Disiplin dan Keteladanan
- Musim Tanam Tembakau Tiba, Permintaan Air Tangki di Sampang Melonjak
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperta KP Sampang, Arif Rahman Hakim melalui Medik Veteriner Ahli Muda Dokter Hewan Shinta Istanti menyampaikan bahwa petugas di lapangan telah melakukan pengobatan terhadap ratusan sapi yang terjangkit PMK.
Di samping itu, petugas juga melakukan komunikasi informasi edukasi (KIE) agar peternak tidak panik dan bisa melakukan pencegahan.
"Kami selalu aktif bergerak melakukan pengobatan terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK dengan harapan tidak menular terhadap hewan ternak lainnya, dan melakukan edukasi agar para peternak mengerti betul cara mencegah PMK yang sedang mewabah saat ini," jelasnya, Selasa (14/1/2025).
Kasus PMK saat ini di Sampang tidak se-ekstrem pada 2022 lalu yang mencapai 2.775 kasus dari total jumlah populasi sebanyak 217.129 ekor sapi.
Hal itu karena sudah banyak sapi yang divaksin, sehingga lebih kebal terhadap serangan penyakit.
"Semoga ada bantuan vaksinasi kembali dari pemerintah pusat, supaya PMK di Sampang terkendali," pintanya (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




