Khofifah Indar Parawansa dan Prof Dr KH Abd Halim Soebahar foto bersama dengan para doktor penerima beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemprov Jatim. Foto: ist
JEMBER, BANGSAONLINE.com-Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemprov Jatim yang diinisiasi Khofifah Indar Parawansa saat menjabat Gubernur Jawa Timur periode pertama mulai menampakkan hasil signifikan. Program LPPD Pemprof Jatim itu mulai memanen doktor.
Ada tiga orang penerima beasiswa LPPD Pemprov Jatim. Pada Senin (20/1/2025) hari ini mereka ujian terbuka promosi gelar doctor di UIN KHAS Jember. Yaitu Agus Supriyadi, Ainur Rofiq Sofa, dan Samsul Arifin.
BACA JUGA:
- Wali Kota Batu Nurochman Apresiasi CSR Bank Jatim untuk Beasiswa 1000 Sarjana
- ITS Beri Beasiswa kepada 34 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
- Serahkan Beasiswa dan Penghargaan Guru Favorit, Bupati Mojokerto Tegaskan Komitmen Sektor Pendidikan
- Universitas Al Hikmah Indonesia Tuban Luncurkan Program Satu Desa Dua Sarjana
Khofifah Indar Parawansa yang pada Pilkada 2024 terpiih kembali sebagai gubernur Jawa Timur menyempatkan hadir dalam Ujian Terbuka Disertasi Promosi Doktor Penerima Beasiswa di UIN KHAS Jember.
Sebagai Gubernur Jatim yang menginisiasi program beasiswa dari LPPD Pemprov Jatim, Khofifah mengaku bangga. Ia menyambut optimisme lahirnya para doktor dari penerima beasiswa LPPD Pemprov Jatim akan semakin menguatkan kualitas SDM Jatim khususnya di kalangan pesantren menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Program beasiswa S3 ini adalah program inisiasi kami di periode lima tahun kemarin. Karena saat gubernur Imam Utomo dan Pakde Karwo sudah dimulai pemberian beasiswa S1. Kemudian kami melanjutkan pemberian beasiswa S2 dan S3,” tegas Khofifah.
“Hari ini saya hadir langsung karena hari ini ini pecah telor untuk program S3. Langsung ada tiga orang yang mendapatkan kesempatan diuji oleh promotor dan co promotor dari UIN KHAS Jember,” imbuhnya.
Dalam ujian terbuka kali ini Agus Supriyadi mengangkat disertasi terkait pembentukan karakter rahmatan lil alamin melalui pembelajaran fiqih pada perguruan tinggi khas pesantren.
Sedangkan Ainur Rofiq Sofa mengangkat disertasi terkait pembelajaran kitab Mahfudzot untuk membina akhlak mahasiswa di Universitas Islam Zainul Hasan Genggong.
Dan terakhir Samsul Arifin mengangkat disertasi terkait transformatif kiai dalam mengembangkan budaya organisasi pondok pesantren.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




