Petugas saat menyisir banjir di Kecamatan Blega, Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kota Dzikir dan Sholawat, Senin (20/1/2025) malam. Akibatnya 2 kecamatan yakni, Arosbaya dan Blega, terendam air kiriman dari wilayah dataran tinggi.
Dandim 0829/Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fathurozi, mengungkapkan bahwa genangan air mulai memasuki pekarangan rumah penduduk mulai sekitar pukul 02.00 WIB.
BACA JUGA:
- Polres Bangkalan Ringkus 5 Mafia Solar, Berawal dari Tumpahan Minyak yang Resahkan Warga
- Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Bangkalan, Tekankan Agar Bedah Rumah Tepat Sasaran
- Perempuan Paruh Baya di Bangkalan Tewas, Anak Tiri Jadi Tersangka
- Puting Beliung Sapu Sawah di Kamal Bangkalan, Muncul Tiba-tiba Tanpa Hujan
"Air mulai menggenangi rumah warga dan menutup akses jalan sejak dini hari tadi, sekarang sudah mulai surut, hanya beberapa titik yang masih terlihat genangan air," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/1/2025).
Banjir yang melanda Arosbaya dan Blega merupakan kiriman dari wilayah Geger dan Konang. Debit air yang tinggi, membuat ruas sungai tidak mampu menampung kemudian meluap ke pemukiman, sawah dan jalan.
"Terpantau debit air di wilayah Geger, terutama sungai Desa Campor sudah mulai surut. Mudah-mudahan situasi ini segera membaik dan tidak terjadi banjir susulan," kata Nanang.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Bangkalan, Rizal Mardiansyah, menyebut 3 desa yang terendam banjir di wilayah Kecamatan Arosbaya yakni Buduran, Plakaran dan Aroabaya.
"Ada ratusan rumah warga yang tergenang, sementara jalur lalu lintas menuju Geger mati total, banyak pelintas yang harus dibantu dengan perahu karet," paparnya.
Sedangkan di wilayah Kecamatan Blega, BPBD Bangkalan masih belum mengetahui rekap daerah terdampak. Kendati demikian, pihaknya telah tiba di lokasi banjir.
"Kami masih belum merekap untuk jumlah desa terdampak, yang jelas kami sudah di lokasi beserta perlengkapan penanganan banjir," pungkasnya. (fat/uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






