Dampak Penyebaran Wabah PMK, Peternak di Nganjuk Keluhkan Harga Sapi Anjlok

Dampak Penyebaran Wabah PMK, Peternak di Nganjuk Keluhkan Harga Sapi Anjlok Salah satu rumah ternak di Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Adapun ciri-ciri ternak yang terjangkit PMK, lanjut Suhardjito, yakni kondisinya lemas. "Bahkan tidak dapat berdiri. Namun, berselera makan," ungkapnya.

"Untuk makannya banyak, seperti sapi-sapi sehat pada umumnya. Tapi kalau untuk berdiri saja sapinya sampai tidak bisa, dan ini hanya menular pada ternak sapi saya. Alhamdulillah, tidak menular ke ternak kambing saya di sini," ungkap Suhardjito.

Ia berharap wabah PMK dapat segera teratasi, sehingga usaha peternakan kembali lancar dan harga hewan ternak kembali pulih.

"Dengan situasi yang seperti ini, peternak sapi berupaya meningkatkan kualitas pangan sapi serta dengan memberikan suntik vitamin pada sapi, untuk pencegahan penularan wabah penyakit PMK," pungkas Suhardjito.

Sementara Sukemi, salah satu warga, membenarkan bahwa harga sapi saat ini sangat murah. Meski murah, namun dirinya tak berniat untuk membelinya karena khawatir terjangkit PMK.

"Harga memang lebih murah, tapi kami harus tetap hati-hati. Kami tidak ingin mengambil risiko untuk membeli sapi yang terinfeksi PMK," ujar Sukemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ritual Larung Sesaji di Dam Baduk Desa Malangsari Tetap Lestari':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO