Penuhi Permintaan Ekspor dari Malaysia, Pemkab Bangkalan Genjot Produksi Ubi Jalar

Penuhi Permintaan Ekspor dari Malaysia, Pemkab Bangkalan Genjot Produksi Ubi Jalar Pj Bupati Bangkalan, Arief M. Edie, saat pemberangkatan ekspor ubi jalar ke Malaysia, pada 7 Februari lalu.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus menggenjot produksi ubi jalar untuk memenuhi permintaan pasar ekspor ke Malaysia dan Singapura.

Abu Said, Kabid Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian.

Said menyebut bahwa saat ini petani ubi jalar belum begitu serius dalam menanam ubi.

"Meski demikian, hasilnya sudah cukup baik hingga bisa diekspor. Ini harus lebih ditingkatkan. Kami akan terus mendampingi petani agar produksinya meningkat karena pangsa pasarnya sudah jelas tersedia," ujarnya, Jumat (28/2/2028).

Selain dari segi produksi, kuantitas maupun luas lahan yang digunakan juga akan ditingkatkan. Saat ini, ada 3 hektare lahan yang aktif memproduksi ubi jalar di Bangkalan, dengan produktivitas mencapai 15 ton per hektare.

Sedangkan lahan yang telah dipetakan dan potensial untuk pengembangan budi daya ubi jalar diperkirakan mencapai 296 hektare.

"Permintaan ubi jalar di Malaysia sangat tinggi. Setidaknya, Pemkab Bangkalan harus bisa menyediakan 60 ton ubi per bulan. Kami juga berupaya meningkatkan produktivitas dari 15 ton per hektare menjadi 70 ton per hektare," ucap Said.

Sebagai informasi, Bangkalan dikenal sebagai daerah penghasil berbagai varietas ubi jalar unggulan. Meliputi, ubi jepun, ubi cilembu, ubi sobih, ubi golden, ubi ungu, dan baby potato. Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah melakukan ekspor berbagai jenis ubi tersebut ke Malaysia dan Singapura.