Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Nurhadi, saat saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Sementara itu, Tenaga Ahli Sekretaris Deputi Promosi Gizi dan Kerja Sama, menyampaikan pengaruh dari program MBG terhadap peningkatan perkembangan ekonomi, khususnya di pedesaan.
“Dengan adanya SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal, tetapi hasil dari produksi petani lokal. Artinya program MBG tidak hanya memberi makanan bergizi untuk siswa, tetapi sekaligus menggerakkan perekonomian di pedesaan,” katanya.
Adapun tujuan umum dan tujuan khusus BGN dalam melaksanakan program MBG ini adalah agar dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, memutuskan rantai kemiskinan, serta bisa melahirkan SDM yang unggul dan berkualitas.
Andy, juga menjelaskan bagaimana proses dan tahapan alur penentuan Titik Dapur dan Mitra. Menurutnya, tidak ada pungutan apapun untuk menjadi mitra BGN dan bisa langsung mendaftar ke Website BGN “mitra.bgn.go.id”.
Disebutkan olehnya program ini memerlukan sinergi antara instansi pemerintah, pemda, dan masyarakat untuk dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk melibatkan pondok pesantren dalam penyediaan gizi bagi anak-anak Indonesia, dengan harapan anak-anak tumbuh sehat sesuai prinsip Bergizi, Beragam, Seimbang, dan Aman.
BGN merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia ini dengan anggaran awal sebesar Rp71 triliun, yang diharapkan dapat menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025.
Menteri Keuangan juga menyebutkan bahwa anggaran program ini akan ditambah Rp100 triliun, sehingga total anggaran menjadi Rp171 triliun, dan dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan Indonesia Emas 2045, dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




