Bupati Gresik bersama wakilnya saat menyerahkan hadiah kepada Saifullah Mahdi, pemenang kontes Bandeng Kawak 2025. Foto: Ist
Ia juga mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi para petani bandeng di Gresik, seperti ditiadakannya subsidi pupuk untuk sektor perikanan serta mahalnya harga pakan ikan, yang semakin membebani biaya produksi budidaya bandeng.
Kegiatan ini juga diisi sesi live cooking bersama King Abdi, finalis MasterChef Indonesia. Ia menghadirkan berbagai kreasi olahan bandeng yang menggugah selera dan memberikan inspirasi bagi masyarakat serta pelaku usaha kuliner.
Pemkab Gresik juga menyediakan ribuan porsi bandeng gratis bagi masyarakat yang hadir. Antusiasme warga sangat tinggi, terbukti dari banyaknya pengunjung yang berbondong-bondong menikmati sajian khas Gresik ini.
Tiwi, warga asal Kecamatan Kebomas, mengaku gembira dengan penyelenggaraan rutin kontes bandeng kawak oleh Pemkab Gresik. Menurutnya, ajang ini menjadi bagian dari nostalgia masa kecilnya serta ciri khas yang membanggakan bagi Kabupaten Gresik.
"Saya senang sekali karena kontes ini selalu diadakan setiap tahun. Dari dulu sampai sekarang, bandeng kawak sudah menjadi identitas Gresik. Apalagi tahun ini ada inovasi baru seperti live cooking King Abdi, jadi makin seru," ujarnya.
Kontes bandeng kawak 2025 tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi petambak dan pelaku usaha perikanan dalam mengembangkan produk mereka.
Kabupaten Gresik memiliki luas tambak 17 ribu hektare atau 36 persen dari jumlah tambak yang ada di Jawa Timur. Total produksi yang dihasilkan mencapai 49 ribu ton pertahun.
Diharapkan, melalui ajang ini semakin memperkuat posisi Gresik sebagai pusat produksi bandeng unggulan di Indonesia. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




