Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kiri), dan Rektor ITS, Bambang Pramujati (kanan) turut menyaksikan sidang disertasi Agus Imam Sonhaji. (Ist)
BANGSAONLINE.com - Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Ia dinyatakan lulus dengan disertasi yang mengembangkan metode untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik menggunakan lean six sigma yang dipaparkan dalam Sidang Promosi Doktor Baru di Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, Kamis (10/4/2025).
BACA JUGA:
- Hapus Stigma Kapitalis, Eri Cahyadi Puji Kemandirian Kampung Pancasila Banjarsugihan
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Eri Cahyadi Ancam Ganti Jukir yang Tolak Program Digitalisasi Parkir
- Perkuat Kerja Sama Internasional, ITS-UWE Bristol Luncurkan Double Degree
Dalam sidangnya, Agus menjelaskan bahwa kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik menjadi tanggung jawab utama pemerintah dalam upaya membangun dan menjaga kepercayaan publik.
Tidak adanya pesaing di sektor pelayanan publik juga menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Keluhan-keluhan dari masyarakat ini dapat menjadi masukan untuk perbaikan yang kami lakukan,” katanya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya tahun 2019-2023 itu pun mengakui bahwa terdapat beberapa hal yang dapat disederhanakan pada sektor pelayanan publik, mulai dari proses administrasi hingga tahapan lainnya. Ia mengembangkan metode spiral framework untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari pelayanan publik, khususnya pada proses pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
Agus memaparkan, berlandaskan teori lean six sigma, metode tersebut menerapkan kerangka berpikir DMAIC yang terbagi menjadi lima tahap, yakni define, measure, analyze, improve, dan control. Tahap yang paling penting di sini adalah pada tahap pertama, yakni mendefinisikan masalah-masalah yang terdapat pada pelayanan publik. Salah satu masalah yang disoroti adalah proses administrasi yang berbelit dan adanya ketidakpastian waktu.
Oleh karena itu, pada tahap improve ia menggunakan kerangka kerja House of Quality untuk meningkatkan kualitas layanan yang memenuhi kebutuhan publik. Salah satu perbaikannya adalah penggunaan teknologi informasi berupa aplikasi sebagai sistem yang menjalani proses layanan publik secara digital bernama Klampid New Generation.






