Sejumlah kendaraan di kantor aset yang akan dilelang.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Batu yang rutin melakukan lelang terbuka barang milik daerah melalui platform lelang.go.id dihadapkan pada masalah serius yang dapat merugikan keuangan daerah.
Banyak peserta lelang, dengan niatan untuk bersaing, melakukan penawaran dengan harga tinggi yang tidak masuk akal. Hal ini berujung pada pembatalan oleh pemenang lelang, yang membuat barang tersebut tidak pernah diambil.
BACA JUGA:
- Orang Tua Rela Antre Tengah Malam demi SPMB, Dewan Pendidikan Kota Batu Soroti Tingginya Minat
- DPRD Kota Batu Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan Catatan Kritis
- Tes VO2MAX Digelar KONI Kota Batu, Beri Hasil Kebugaran Atlet Jelang Porprov 2027
- Pemkot Batu Raih WTP ke-11 Beruntun, Wali Kota Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Agung Suryo, Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemerintah Kota Batu, saat ditemui di kantornya, Selasa (22/4/2025), mengungkapkan bahwa saat ini sedang terjadi fenomena peserta lelang 'nakal'.
Kontroversi ini merujuk pada peserta yang dalam usaha untuk menang, mungkin secara tidak sadar menawar harga jauh di atas nilai yang wajar.
"Peserta lelang takut kalah dengan pesaing lain, sehingga mereka menawar terlalu tinggi. Padahal, harga tersebut tidak realistis," ungkap Agung.
Masalah ini muncul karena beberapa pemenang lelang merasa rugi ketika barang yang mereka beli tidak sesuai dengan ekspektasi atau nilainya. Akibatnya, mereka memutuskan untuk membatalkan diri dan meninggalkan barang yang telah dilelang tanpa ada pihak yang bertanggung jawab untuk mengambilnya.

Ia menjelaskan beberapa dinamika yang terjadi dalam proses lelang, khususnya mengenai kendaraan bermotor dan inventaris kantor.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




