Sejumlah kendaraan di kantor aset yang akan dilelang.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Batu yang rutin melakukan lelang terbuka barang milik daerah melalui platform lelang.go.id dihadapkan pada masalah serius yang dapat merugikan keuangan daerah.
Banyak peserta lelang, dengan niatan untuk bersaing, melakukan penawaran dengan harga tinggi yang tidak masuk akal. Hal ini berujung pada pembatalan oleh pemenang lelang, yang membuat barang tersebut tidak pernah diambil.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Cegah Aksi Nekat, Jembatan Cangar Dipasangi Pagar 2,5 Meter dan CCTV
Agung Suryo, Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemerintah Kota Batu, saat ditemui di kantornya, Selasa (22/4/2025), mengungkapkan bahwa saat ini sedang terjadi fenomena peserta lelang 'nakal'.
Kontroversi ini merujuk pada peserta yang dalam usaha untuk menang, mungkin secara tidak sadar menawar harga jauh di atas nilai yang wajar.
"Peserta lelang takut kalah dengan pesaing lain, sehingga mereka menawar terlalu tinggi. Padahal, harga tersebut tidak realistis," ungkap Agung.
Masalah ini muncul karena beberapa pemenang lelang merasa rugi ketika barang yang mereka beli tidak sesuai dengan ekspektasi atau nilainya. Akibatnya, mereka memutuskan untuk membatalkan diri dan meninggalkan barang yang telah dilelang tanpa ada pihak yang bertanggung jawab untuk mengambilnya.

Ia menjelaskan beberapa dinamika yang terjadi dalam proses lelang, khususnya mengenai kendaraan bermotor dan inventaris kantor.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




