Kendaraan saat melintas di jalan yang tergenang air di pintu keluar Tol Bunder. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Masyarakat mengeluhkan genangan air saat melintasi pintu keluar Tol Bunder, tepatnya di lampu merah. Kondisi tersebut sudah terjadi selama berminggu-minggu, baik saat kering maupun hujan.
"Kok tidak ada penanganan ya," keluh Rahmat, salah satu pengguna jalan saat dikonfirmasi pada hari ini, Selasa (13/5/2025).
BACA JUGA:
- TMMD ke-128 Gresik Ditutup, Jalan hingga RTLH di Desa Slempit Rampung Dibangun
- Tersangka Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik Ditahan, Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Kejaksaan
- Kejari Gresik Tahan Pegawai DPUTR Tersangka Penganiayaan
- Sekda Ikuti Launcing KDKMP secara Virtual, 126 Koperasi Merah Putih Gresik Siap Beroperasi
Berdasarkan pantauan BANGSAONLINE.com, air yang menggenangi akses penghubung Gresik dan Lamongan, tepatnya pintu keluar Tol Bunder, mengalir dari saluran di bawah Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang belum tersambung.
Meskipun di sekitar lokasi tidak turun hujan dan cuaca sedang panas, air tetap mengalir dan menggenangi jalan. Kondisi ini membuat pengendara harus melaju dengan hati-hati agar cipratan air dari roda kendaraan tidak mengenai pengguna jalan lain, khususnya pengendara sepeda motor.
Menanggapi permasalahan itu, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP), Ida Lailatussa'diyah, menjelaskan bahwa sumber genangan di sekitar pintu keluar Tol Bunder berasal dari saluran yang belum tersambung di Jalan KH Syafii.
"Salurannya belum nyambung ke Jalan KH Syafii, masih putus di exit tol. Kalau musim hujan, exit tol (Tol Bunder) ada genangan karena exit tol konturnya agak turun," ucapnya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




