Wali Kota Kediri bersama Kepala OJK Kediri saat rapat kerja TPKAD. Foto: Ist
"Mari bersama-sama mencari strategi terbaik serta memperkuat kolaborasi. Guna meningkatkan akses keuangan daerah Kota Kediri tahun 2025. Sehingga dapat mewujudkan Kota Kediri yang Mapan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menambahkan program kerja yang disusun mengacu pada program nasional, yakni SMART atau Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Timely.
Berdasar roadmap program tematik tahun ini adalah akselerasi pemanfaatan produk dan jasa layanan industri jasa keuangan khususnya tentang pasar modal.
"Setiap tahun memang temanya berbeda-beda. Jika tahun ini terkait pasar modal contoh yang bisa kita lakukan adalah peningkatan pada galeri investasi. Di universitas Kediri dan sekitarnya ada pojok untuk galeri investasi," ucap Ismirani.
Ia juga menyampaikan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Hasilnya menunjukkan kenaikan, indeks literasi keuangan di angka 66,46% dan indeks inklusi keuangan 80,51%.
Hasil SNLIK 2025 ini meningkat dibanding SNLIK 2024 yang menunjukkan indeks literasi keuangan 65,43% dan indeks inklusi keuangan 75,02%.
Untuk literasi keuangan di pedesaan, berada di angka 59,6% lalu di kota sebesar 70,9%. Berdasar gender, indeks literasi keuangan untuk laki-laki tercatat sebesar 67,32%.
Adapun, indeks literasi keuangan untuk perempuan sebesar 65,58%. Ada pula informasi mengenai TPAKD Award, Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD), dan lainnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




