Menteri Pertanian didampingi Wagub Jatim, Bupati Kediri, dan Wali Kota Kediri, saat memberi keterangan ke awak media. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Dalam kesempatan itu, Mentan juga mengapresiasi peran pemerintah daerah yang telah membantu petani, sekaligus memaparkan sejumlah regulasi baru, yakni KUR bunga 6 persen flat, subsidi bibit Rp200 miliar, bantuan Rp1 triliun agar HPP petani terjamin, serta perbaikan regulasi pupuk ditargetkan selesai dalam dua minggu
Ia pun mengungkap masalah utama turunnya produksi disebabkan oleh ketidaksesuaian data penerima pupuk serta penyimpangan oleh oknum pengecer.
“Kepada pengecer pupuk di seluruh Indonesia yang menaikkan harga pupuk, maka izinnya akan dicabut tanpa peringatan,” tuturnya.
Sementara itu, Wagub Jatim, Emil Dardak, menyampaikan komitmennya untuk mempercepat swasembada gula nasional dan menyejahterakan petani tebu.
“Ini sudah ketiga kalinya kami bertemu langsung dengan Pak Menteri. Luar biasa dedikasi beliau,” ucapnya.
Emil menyebut, Jawa Timur sebagai penyumbang lebih dari separuh produksi gula nasional, dengan Kabupaten Kediri menjadi penghasil tebu terbesar kedua di provinsi tersebut.
“Kata-kata Bangkit Eksponensial lahir dari dialog Pak Menteri dengan petani,” imbuhnya seraya menyinggung dukungan strategis Gubernur Khofifah melalui Pergub No. 87 Tahun 2014. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




