Ketua Komisi II DPRD Gresik, Wongso Negoro.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi II DPRD Gresik, Wongso Negoro, menyatakan bahwa Perumda Giri Tirta terus mengalami kerugian dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Total kerugian saat ini telah mencapai puluhan miliar rupiah.
"Betul, hingga saat ini kerugian PDAM Gresik (Perumda) dalam memberikan layanan air bersih kepada masyarakat rugi Rp40 miliar," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (24/7/2025).
Ia mengaku telah mengklarifikasi langsung kepada manajemen terkait laporan kerugian tersebut. Menurut Wongso, ada 2 faktor utama penyebab kerugian, salah satunya harga jual air kepada pelanggan sangat rendah, yaitu hanya Rp1.500,00. per meter kubik.
Padahal, lanjut Wongso, tarif batas bawah berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Timur adalah Rp4.980,00. per meter kubik. Harga ini bahkan berada di bawah biaya produksi dan distribusi yang meningkat 6 persen setiap tahun.
"Harga jual air ke pelanggan ini jauh di bawah tarif batas bawah yang dituangkan dalam keputusan Gubernur Jatim Rp4.980 per kubik, serta di bawah biaya produksi dan distribusi," cetusnya.
Penyebab kerugian lainnya ialah skema take and pay air baku dari Umbulan, Pasuruan. Di mana PDAM Gresik ditagih untuk 800 liter per detik (Lps), namun hanya menerima pasokan sebesar 500 Lps.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




