Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: MMA/bangsaonline
Kiai miliarder tapi dermawan itu mempertanyakan apa ukuran maju menurut Luthfi Asy-Syaukani terutama dalam persepektif pendidikan. Menurut Kiai Asep, kalau ukuran maju suatu bangsa itu adalah berkembanganya ilmu pengetahuan maka santri-santri Amanatul Ummah banyak sekali yang kuliah di perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat, China, Jerman, Inggris, Singapura, Rusia, Maroko, Tunisia, Mesir dan negara-negara maju lainnya.
Para santri itu kuliah di berbagai jurusan, bukan hanya ilmu agama. Ada yang jurusan teknologi pertambangan, matematika, teknik sipil, informatika, ekonomi dan lainnya.
“Tapi mereka semua punya basis ilmu pengetahuan agama (Islam). Jadi itulah keistimewaan lulusan pondok pesantren. Selain menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu juga punya basis ilmu agama. Bahkan banyak yang hafal al-Quran,” kata Kiai Asep.
Kiai Asep kemudian memberi contoh lulusan Amanatul Ummah tahun ajaran 2024-2025. “Sebanyak 1.237 santri Amanatul Ummah diterima di 32 perguruan tinggi negeri dan luar negeri,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim sembari menunjukkan berita yang dimuat HARIAN BANGSA edisi Sabtu 21 Juni 2025.

Bahkan santri Kiai Asep ada yang diterima di 11 perguruan tinggi di luar negeri. Namanya M A Gymnastiar Putra. Ia diterima di 11 kampus di Amerika, Australia dan Belanda. Namun Gymnastiar memutuskan kuliah di Colorado School of Mines, Amerika Serikat. Ia mengambil jurusan teknik pertambangan.
Juga ada santri Amanatul Ummah yang diterima di tiga perguruan tinggi AS sekaligus. Namanya Muhammad Hasnan Aslam. Ia siswa Madrasah Aliyah Istimewa (MAI) Amanatul Ummah.
Ia memilih kuliah di Mc Gill University AS. Alasannya, Mc Gill University masuk 30 perguruan tinggi peringkat dunia dan banyak melahirkan ilmuwan besar. Dan yang penting lagi beasiswa full.
“Jadi lulusan pondok pesantren jauh lebih tinggi kualitas akademiknya dibanding mutu lulusan SMA Negeri. Apa lembaga pendidikan yang kualitas akademiknya lebih tinggi yang akan dibubarkan?,” kata Kiai Asep yang lagi-lagi menantang Luthfi Asy-Syaukani untuk datang ke Amanatul Ummah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




