Tangkapan layar sebuah video yang beredar di WhatsApp yang menarasikan seorang anak asal Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, meninggal dunia diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi permen kacamata.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sebuah video viral di WhatsApp mengabarkan seorang anak asal Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, meninggal dunia diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi permen coklat eyeglass atau permen kacamata, Sabtu (6/9/2025).
Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan langsung melakukan investigasi.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Kabid Kesmas Dinkes Pamekasan, Ahmad Syamlan, menegaskan bahwa penyebab kematian bocah berinisial L (3) bukan karena keracunan makanan atau minuman kemasan.
"Setelah kami lakukan investigasi bersama pihak puskesmas, hasil diagnosa menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat kadar gula darah yang sangat tinggi, yakni mencapai 434 mg/dl. Tidak ditemukan indikasi keracunan," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/9/2025).
Ia menambahkan, dugaan keracunan tidak terbukti karena permen itu tidak hanya dikonsumsi korban, tapi juga dimakan oleh kakaknya. Namun, hanya korban yang mengalami gejala serius.
"Kalau keracunan biasanya terjadi pada lebih dari satu orang. Dalam kasus ini, kakak korban juga ikut makan permen dan minuman kemasan, tetapi tidak mengalami masalah," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




