Tangkapan layar sebuah video yang beredar di WhatsApp yang menarasikan seorang anak asal Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, meninggal dunia diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi permen kacamata.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sebuah video viral di WhatsApp mengabarkan seorang anak asal Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, meninggal dunia diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi permen coklat eyeglass atau permen kacamata, Sabtu (6/9/2025).
Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan langsung melakukan investigasi.
BACA JUGA:
- Jelang Iduladha, PLN Siagakan Listrik di Sampang dan Dorong SPKLU di Madura
- Korban Penipuan Umrah PT Anisa Berkah Wisata Kawal Proses Hukum
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
Kabid Kesmas Dinkes Pamekasan, Ahmad Syamlan, menegaskan bahwa penyebab kematian bocah berinisial L (3) bukan karena keracunan makanan atau minuman kemasan.
"Setelah kami lakukan investigasi bersama pihak puskesmas, hasil diagnosa menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat kadar gula darah yang sangat tinggi, yakni mencapai 434 mg/dl. Tidak ditemukan indikasi keracunan," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/9/2025).
Ia menambahkan, dugaan keracunan tidak terbukti karena permen itu tidak hanya dikonsumsi korban, tapi juga dimakan oleh kakaknya. Namun, hanya korban yang mengalami gejala serius.
"Kalau keracunan biasanya terjadi pada lebih dari satu orang. Dalam kasus ini, kakak korban juga ikut makan permen dan minuman kemasan, tetapi tidak mengalami masalah," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




