Serikat buruh saat bertemu Gubernur DKI untuk menyampaikan aspirasi.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sejumlah tokoh serikat pekerja dari KSPSI AGN dan KSPI bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Rabu (24/9/2025). Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat kebijakan ketenagakerjaan di ibu kota.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris DPD KSPSI DKI Jakarta Deri Nurhadi, Sekretaris KSPI DKI M. Andre Nasrullah, serta perwakilan media KSPI Agung Purwanto.
BACA JUGA:
- Bank Jakarta Siapkan IPO 2026, Gubernur Pramono Optimistis Budaya Kerja Jadi Fondasi
- Kartu Debit Visa Bank Jakarta Resmi Diluncurkan, Bisa Dipakai di 200 Negara
- 30 Tahun Jadi Pejabat Publik, Pramono Janji Cukup Satu Periode Jabat Gubernur Jakarta
- Bank Jakarta Siap Naik Kelas, Gubernur Pramono Dorong IPO Tahun Depan
Ketua DPD KSPSI AGN DKI, William Yani Wea, mengungkapkan bahwa ada 6 isu utama yang dibahas, yakni kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, penghapusan praktik outsourcing yang tidak sesuai ketentuan, keterwakilan buruh di Pemprov DKI, pembentukan pengawas ketenagakerjaan ad hoc, pembentukan Satgas PHK, serta regulasi khusus bagi pekerja sektor platform digital.
“Buruh DKI Jakarta menghadapi tantangan yang semakin kompleks, dari outsourcing yang tidak jelas, hingga pekerja platform digital yang belum memiliki payung hukum. Karena itu, kami mendorong agar Pemprov DKI Jakarta segera mengambil langkah konkret agar buruh tidak lagi berada di posisi yang lemah,” paparnya.
Willy juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan regulasi ketenagakerjaan di era digital, termasuk pembentukan Satgas PHK.
“Ada perusahaan yang sudah hampir tiga tahun tidak membayarkan pesangon kepada pekerjanya. Karena itu, kami bersama Bapak Gubernur sepakat akan membentuk satgas khusus PHK,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




