Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara) dan rombongan saat diterima Gus Muid di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Sabtu (4/10/2025) malam. Foto: bangsaonline
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com – Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara) meninjau Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Sabtu (4/10/2025) malam. Bupati Gus Bara didampingi Rektor Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Dr KH Mauhibur Rokhman (Gus Muhib), Wakil Rektor UAC Dr Zakaria Muhtadi, Dr Affan Hasnan Mubarok, dan Sekjen JKSN Muhammad Ghofirin.
Begitu tiba di Al Khoziny, Gus Bara dan rombongan langsung diarahkan ke ndalem Gus Muid.
BACA JUGA:
- Survei Kinerja Satu Tahun Bupati Gus Bara-Wabup Mas Rizal, 85,4% Masyarakat Puas, Alasannya?
- Dinobatkan Jadi Juara Umum, Bupati Mojokerto Apresiasi Atlet Loncat Indah
- Bupati Mojokerto Resmikan Media Center untuk Wartawan
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
“Kalau gak ada Mas Salam saya yang ganti di sini,” kata Gus Muid.
Yang dimaksud Mas Salam adalah Gus Salam Mujib, pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny. Gus Muid adik kandung Gus Salam Mujib.

Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Barra (Gus Bara) saat meninjau lokasi gedung yang runtuh di Pondok Pesantren Al Khoziny. Tampak alat berat sedang bekerja. Foto: bangsaonline
Menurut Zakaria Muhtadi, Gus Bara dan rombongan mewakili Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Gus Bara memang putra sulung Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, pendiri Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang juga pendiri UAC. Sedangkan Gus Muhib selain Rektor UAC juga menantu Kiai Asep.
“Ketika saya mendengar ada kejadian ini saya langsung mengirimkan BPBD,” ujar Gus Bara kepada Gus Muid. Yang dimaksud BPBD adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto.
Gus Muid bercerita tentang kronologis musibah yang menimpa pesantrennya. Menurut dia, musibah ini sangat memukul jiwanya. Ia mengaku stres. Tak enak makan. Bahkan selama tiga hari merasa putus asa.
“Setelah itu baru ada orang meninjau,” tuturnya sembari menyebut beberapa tokoh pemerintah.
Menurut dia, dari musibah yang menimpa pesantrennnya itu sekarang banyak kiai yang introspeksi. Mereka khawatir nasib serupa menimpa pondok pesantren mereka.






