Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (duduk di kursi) memberi pengarahan kepada para jemaah umrah Auva Amanatul Umnah sekaligus memimpin doa sesaat menjelang berangkat ke Masjidil Haram untuk thawaf dan sai di pelataran hotel di Makkah. Foto: Bangsaonline.
MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA memimpin langsung badal umrah untuk 63 korban reruntuhan mushalla Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo.
Hari ini, Senin (12/1/2026) merupakan umrah ketiga. Kiai Asep dan rombongan jemaah umrah PT Auva mengambil miqat dari Ji'ranah.
Sebelumnya, Sabtu (10/1/2026), saar umrah pertama, Kiai Asep mengambil miqat dari Bir Ali.
Pada umrah kedua, Ahad (11/1/2026), Kiai Asep dan jemaah umrah mengambil miqat dari Qornul Manazil.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Kiai Asep mengajak 23 orang ibadah umrah untuk membadali 63 korban meninggal reruntuhan mushalla Al Khoziny. Dari 23 orang itu ada yang membadali 3 orang. Namun ada yang cuma dua orang.
Kiai Asep sendiri juga kebagian badal umrah dari 63 korban itu.
Menurut Kiai Asep, umrah pertama untuk diri sendiri. Sedangkan untuk umrah kedua, ketiga, dan seterusnya untuk badal umrah para korban meninggal akibat terkena reruntuhan mushalla Al Khoziny.
Kiai Asep menjelaskan bahwa pahala orang yang melakukan badal umrah jauh lebih besar ketimbang umrah untuk diri sendiri.
"Pahalanya tujuh kali lipat dari umrah sendiri," tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Umnah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.
Hanya saja perlu izin lebih dulu kepada para keluarganya.
"Kalau bukan keluarga yang dibadali harus minta izin lebih dulu pada keluarganya," tutur Kiai Asep.
Karena itu, Kiai Asep sebelum berangkat umrah menemui semua keluarga korban untuk minta izin.
Kiai Asep menemui mereka di berbagai tempat atau daerah sekaligus memberikan santunan kepada keluarga 63 korban tersebut. Sebagian juga ada yang diundang ke kediaman Ning Imah, salah seorang putri Kiai Asep, di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.
Menurut Kiai Asep, pahalanya lebih besar lagi jika kita mengumrahkan orang tua.
"Kalau kita membadali umrah orang tua pahalanya 10 kali lipat. Jadi sama dangan umrah 10 kali," ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu.
Karena itu Kiai Asep menganjurkan agar jemaah PT Auva untuk umrah kedua dan selanjutnya bukan umrah untuk dirinya, tapi umrah untuk orang tuanya atau saudaranya.
"Kalau membadali orang tua atau saudara tak perlu minta izin," tegas Kiai Asep.
Yang menarik, saat membimbing jemaah, Kiai Asep sangat sabar dan telaten.
Sedemikian sabarnya Kiai Asep sampai mengulang empat kali saat memimpin niat umrah karena ada jemaah yang telat.
"Karena ada jemaah yang baru datang kita ulang niat kita," ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.
Tak lama kemudian, Kiai Asep mendapat laporan bahwa ada jemaah telat datang sehingga belum melakukan niat bersama.
"Kita ulang lagi sampai semua jemaah berniat umrah semua," ujarnya.
"Ya, kita memang harus sabar," kata Kiai Asep. (mma)






