Ilustrasi.
BANDUNG, BANGSAONLINE.com - Iran menggunakan serangan siber sebagai bentuk balasan utama setelah operasi militer gabungan Amerika-Israel.
Berdasarkan analisis perusahaan keamanan siber Anomali, Iran telah memobilisasi kelompok APT42 dan APT33 (MuddyWater) yang memiliki hubungan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps dan Kementerian Intelijen Iran.
BACA JUGA:
- Kunjungi Amanatul Ummah, Kementerian Pendidikan Palestina: Mereka Bunuh Kami Karena Belum Beradab
- Tiga Prediksi Analis Geopolitik China: Amerika Bakal Kalah Lawan Iran, Ini Alasan Logisnya
- Iran Beri Lampu Hijau Dua Kapal Tanker Indonesia di Selat Mormuz
- Tentara Amerika di Timteng Lari ke Hotel-Hotel, Iran Peringatkan Bakal Serang Mereka
SentinelOne juga memperkirakan kelompok yang berafiliasi dengan Iran akan menarget jaringan pertahanan, pemerintahan, dan intelijen Israel maupun Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, taktik yang dinilai paling mungkin yaitu menggunakan wiper malware, yakini sebuah perangkat lunak berbahaya yang dibuat untuk menghapus data secara permanen dan melumpuhkan sistem komputer.
Kemudian, Iran juga memanfaatkan serangan distributed denial-of-service atau DDoS juga diperkirakan kembali digunakan untuk membanjiri layanan daring hingga tidak bisa diakses.
Hal ini, bukan hal baru bagi Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, aktor yang berkaitan dengan negara tersebut, pernah menargetkan infrastruktur penting dan sektor keuangan.






