Tangkapan layar laman ASN Digital (https://asndigital.bkn.go.id/).
Lantas bagaimana cara melakukan aktivasi MFA di Aplikasi ASN Digital?
Aktivasi MFA menjadi syarat mutlak bagi ASN apabila ingin menggunakan layanan digital seperti SIASN, e-Kinerja, MyASN, MOLA, hingga Helpdesk BKN.
Semua layanan tersebut telah terkoneksi dengan Sistem ASN Digital yang menjadi platform pusat layanan kepegawaian nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari peningkatan keamanan data dan perlindungan identitas digital aparatur sipil negara.
Berikut cara melakukan aktivasi MFA di aplikasi ASN Digital, mulai dari persiapan hingga selesai, dirangkum dari laman BKN.
- Unduh Aplikasi Google Authenticator di ponsel. Pengguna Android, aplikasi dapat ditemukan di Play Store, pengguna iOS, aplikasi tersedia di App Store.
- Kunjungi laman ASN Digital di https://asndigital.bkn.go.id.
- Klik Login, lalu pilih Masuk.
- Gunakan NIP dan kata sandi yang biasa digunakan pada portal MyASN atau e-Kinerja.
- Jika lupa, pengguna dapat melakukan reset password melalui email terdaftar. Kolom kode OTP dikosongkan saja pada tahap ini.
- Setelah berhasil masuk, klik tombol "Aktifkan MFA (OTP)" untuk menuju halaman Otentikasi Mobile.
- Buka aplikasi Google Authenticator di ponsel, klik tombol "+", lalu scan barcode yang muncul di halaman otentifikasi mobile.
- Setelah berhasil dipindai, aplikasi akan menampilkan kode OTP enam digit yang terus diperbarui secara berkala.
- Masukkan kode OTP tersebut ke kolom "One Time Code" di laman ASN Digital.
- Sesuaikan nama perangkat (device name) sesuai nama perangkat agar mudah dikenali.
- Klik Submit untuk menyelesaikan proses aktivasi. Jika aktivasi berhasil, akan muncul tampilan berbagai layananBKN, seperti: Layanan Seleksi ASN Layanan Individu ASN Layanan Manajemen ASN Instansi Layanan Pendukung Setelah aktivasi berhasil, pengguna dapat mengaktifkan notifikasi layanan dengan memperbarui data nomor telepon dan email pada profil ASN.
- Jika data belum sesuai, segera lakukan pemutakhiran melalui fitur Update Data Mandiri pada MyASN, atau Peremajaan Data bagi pengelola kepegawaian instansi.
Dengan cara diatas, merupakan langkah BKN agar tidak terjadi penyalahgunaan data. Selain itu, BKN juga berharap ASN bisa menjaga kerahasiaan kode autentifikasi dan tidak membagikan QR Code MFA pada siapapun. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




